Praktisi ICCM Bersama 8 Praktisi TCM Batam Ikuti Bakti Sosial Kesehatan di Pekanbaru
Pekanbaru, 16–17 Agustus 2026
Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, sebanyak 10 praktisi Traditional Chinese Medicine (TCM) dari Batam turut berpartisipasi dalam kegiatan bakti sosial kesehatan yang diselenggarakan di Pekanbaru pada 16–17 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Vihara Maitreya Pekanbaru dan menjadi salah satu bentuk pelayanan kesehatan kepada masyarakat dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dari 10 praktisi TCM yang berangkat dari Batam, dua di antaranya merupakan praktisi dari Indonesia Classical Chinese Medicine (ICCM), yaitu Dr. Tay Kai Wen, B.TCM.,M.Med dan Jane Faustina Halim, B.Med., M.Med.
Memberikan Pelayanan Kesehatan kepada Masyarakat
Selama dua hari kegiatan, para praktisi TCM memberikan pelayanan konsultasi dan pemeriksaan kesehatan kepada masyarakat yang hadir.
Pasien datang dengan berbagai keluhan dan kondisi kesehatan, mulai dari keluhan yang bersifat akut hingga masalah kesehatan yang telah berlangsung dalam jangka waktu cukup lama.
Dalam melakukan pelayanan, para praktisi melakukan konsultasi dan pemeriksaan berdasarkan kondisi masing-masing pasien sebelum memberikan saran maupun penanganan yang sesuai.
Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi masyarakat Pekanbaru untuk mendapatkan informasi mengenai pendekatan Traditional Chinese Medicine secara langsung dari praktisi yang datang dari Batam.
ICCM Turut Berpartisipasi
Sebagai salah satu klinik TCM di Batam yang berfokus pada pelayanan klinis dan penerapan Jing Fang, ICCM turut mengirimkan dua praktisinya dalam kegiatan tersebut.
Dr. Tay Kai Wen, B.TCM., M.Med., PhD Candidate, merupakan praktisi TCM yang berfokus pada penerapan Jing Fang dalam praktik klinis, penelitian Fang-Zheng, serta pendidikan klinis.
Sementara itu, Jane Faustina Halim, B.Med., M.Med., juga turut memberikan pelayanan kepada masyarakat selama kegiatan berlangsung.
Keikutsertaan ICCM dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen untuk terus berkontribusi dalam pelayanan kesehatan masyarakat serta memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan TCM yang profesional.
Bakti Sosial sebagai Bentuk Pengabdian
Selain memberikan pelayanan kesehatan, kegiatan bakti sosial juga menjadi ruang bagi para praktisi untuk bertukar pengalaman klinis.
Kondisi pasien yang ditemui dalam kegiatan lapangan sering kali berbeda dengan kasus yang dipelajari secara teoritis. Pasien dapat datang dengan berbagai keluhan sekaligus, riwayat penyakit yang panjang, maupun pengalaman pengobatan sebelumnya.
Situasi tersebut menjadi pengalaman berharga bagi para praktisi untuk terus mengembangkan kemampuan klinis dalam melakukan pengamatan, penilaian kondisi pasien, serta menentukan arah penanganan.
Memperingati Kemerdekaan melalui Pelayanan kepada Masyarakat
Pelaksanaan kegiatan pada 16–17 Agustus 2026 juga memberikan makna tersendiri karena bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Melalui kegiatan ini, para praktisi TCM dari Batam turut memperingati momentum kemerdekaan dengan memberikan pelayanan kesehatan dan berkontribusi secara langsung kepada masyarakat.
ICCM menyampaikan apresiasi kepada Vihara Maitreya Pekanbaru atas penyelenggaraan kegiatan serta kepada seluruh praktisi TCM, panitia dan relawan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan bakti sosial tersebut.
Bagi ICCM, pelayanan kesehatan kepada masyarakat merupakan bagian dari upaya untuk memperkenalkan dan mengembangkan praktik TCM yang profesional di Indonesia, sekaligus mewujudkan semangat:
Dr. Jeffri Tay menyampaikan bahwa bakti sosial bukan hanya tentang memberikan pengobatan, tetapi juga memberikan edukasi dan arah kepada pasien. Menurutnya, pelayanan selama satu atau dua hari hanyalah awal, karena yang lebih penting adalah membantu pasien memahami kondisinya dan mengetahui langkah yang tepat setelah kembali ke rumah.
