Kasus Klinis TCM:Pengobatan Herbal pada Ulkus mulut pasca kemoterapi

Indonesia classical chinese medicine-jing-fang-medical-office

Kasus Klinis TCM oleh Sinshe Jeffri Tay Kai Wen

Pasien: Perempuan, 53 tahun

Seorang pasien datang ke klinik pada 12 April 2022 dengan keluhan benjolan di dasar lidah yang telah ada lebih dari lima tahun. Dalam dua bulan terakhir, benjolan tersebut semakin membesar dan menyebabkan nyeri menjalar hingga ke telinga. Pasien juga sulit tidur, sering bermimpi, merasa panas di bagian atas tubuh namun dingin di kaki.

Pemeriksaan menunjukkan lidah pucat dengan lapisan putih kekuningan, nadi chen hua (沉滑无力), dan ada rasa berdebar di bawah ulu hati. Berdasarkan kondisi tersebut, pasien diberikan kombinasi herbal klasik Gan Cao Xie Xin Tang dan Sheng Ma Shigao granules, serta dianjurkan untuk kontrol ke bagian onkologi.

Perkembangan Selanjutnya

Beberapa bulan kemudian (Juli 2022), keluarga pasien melaporkan bahwa ia telah menjalani pemeriksaan di bagian onkologi dan didiagnosis kanker lidah stadium II. Setelah menjalani dua kali kemoterapi, muncul ulkus mulut berat, kesulitan bicara, dan hanya bisa mengonsumsi makanan cair. Berat badan pun turun drastis.

Pendekatan Pengobatan TCM

Pada kunjungan berikutnya, pasien tampak lemah, sulit berbicara, dan sering keluar air liur. Pemeriksaan menunjukkan lidah pucat dengan lapisan putih tipis dan nadi hua shu (滑数). Berdasarkan pola gejala ini, pasien diberikan Sheng Ma Tang, dikombinasikan dengan penggunaan topikal Xi Gua Shuang (西瓜霜) untuk membantu pemulihan luka mulut.

Hasil Setelah Perawatan

Setelah satu minggu, terjadi perbaikan signifikan:

  • Ulkus mulut berangsur sembuh

  • Nafsu makan dan energi meningkat

  • Pasien mulai bisa makan makanan padat kembali

  • Berat badan naik dari 45 kg menjadi 47 kg

  • Bicara lancar dan tidur membaik

Selama kemoterapi ketiga, muncul gejala seperti menggigil, nyeri badan, dan nyeri tenggorokan, namun keluhan ini berangsur pulih dengan pengobatan lanjutan.

Kondisi Setelah Dua Tahun

Pada kontrol dua tahun kemudian (Agustus 2024), hasil pemeriksaan PET scan menunjukkan tidak ada tanda kekambuhan. Pasien hanya mengeluh mudah lelah dan sembelit ringan. Pemeriksaan menunjukkan lidah ujung merah dengan lapisan tebal di pangkal, dan nadi hua (滑).
Diberikan kombinasi Fuling Yin dan Ling Gui Zhu Gan Tang untuk memperkuat sistem pencernaan dan menjaga kestabilan energi tubuh.

Kesimpulan

Kasus ini menunjukkan bahwa pengobatan TCM di Batam oleh Sinshe menggunakan pendekatan Jing Fang dapat menjadi pendamping efektif dalam perawatan pasien pasca kemoterapi. Fokus utama bukan menggantikan pengobatan medis, tetapi mendukung pemulihan tubuh secara menyeluruh, memperbaiki energi, dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

  •  

Perubahan kondisi mulut pasien pasca kemoterapi lidah, sebelum dan sesudah pengobatan TCM dengan Jing Fang

⚠️ Peringatan:
Artikel ini ditulis untuk tujuan edukasi dan berbagi pengalaman klinis. Formula atau herbal yang disebutkan tidak boleh digunakan secara mandiri tanpa pemeriksaan dan diagnosis dari praktisi TCM (Sinshe) yang berkompeten.
Pengobatan Tradisional Tiongkok (TCM) bukan pengganti pengobatan medis konvensional, melainkan dapat menjadi terapi pendamping yang berorientasi pada keseimbangan tubuh secara menyeluruh.
Setiap proses penyembuhan memerlukan waktu dan penyesuaian sesuai kondisi tubuh masing-masing pasien.

Penulis koresponden: Sinshe Jeffri Tay Kai Wen

Penerjemah: JING FANG medical Office