Sinshe Jeffri Tay Kai Wen Diundang Sebagai Pembicara di Asian Congress of Chinese Medicine ke-14 di Malaysia

Pada tanggal 26 April 2025, Sinshe Jeffri Tay Kai Wen (郑凯文) dari Indonesia Classical Chinese Medicine (ICCM) Batam mendapat kehormatan untuk menjadi pembicara dalam Asian Congress of Chinese Medicine ke-14, yang diadakan di Wyndham Acmar Klang Hotel, Malaysia.

Kongres internasional ini mempertemukan para praktisi, akademisi, dan peneliti Pengobatan Tradisional Tiongkok (TCM) dari berbagai negara di kawasan Asia, termasuk Malaysia, Singapura, Thailand, dan Indonesia. Acara ini menjadi wadah penting bagi pertukaran ilmu dan pengalaman klinis lintas negara, dengan tujuan memperkuat kolaborasi serta mendorong pengembangan pengobatan TCM berbasis bukti di era modern.

Dalam sesi ilmiahnya, Sinshe Jeffri membawakan presentasi berjudul “Penerapan Metode Diagnosis Formula–Penyakit–Individual dalam Penanganan Kasus Penyakit Kulit”. Melalui pemaparan kasus klinis nyata, beliau menjelaskan bagaimana metode Jing Fang (formula klasik Zhang Zhongjing) dapat diterapkan secara sistematis untuk memahami hubungan antara pola tubuh, karakteristik penyakit, dan pemilihan formula yang tepat sesuai kondisi masing-masing pasien.

 

Kehadiran Sinshe Jeffri Tay Kai Wen dalam kongres ini menjadi momen istimewa karena mempertemukan beliau dengan dua guru besar yang berpengaruh dalam perjalanan akademiknya — Prof. Huang Huang, pakar Jing Fanginternasional dari Tiongkok yang dikenal luas atas kontribusinya dalam studi klasik Zhang Zhongjing, serta Prof. Tong Yao Hui dari Malaysia, tokoh penting dalam pengajaran dan pengembangan Pengobatan Tradisional Tiongkok di Asia Tenggara. Pertemuan ini menjadi simbol kesinambungan tradisi keilmuan Jing Fang lintas generasi dan negara, serta memperkuat jejaring kolaborasi antara TCM Indonesia dan komunitas akademik Asia.

Dalam sesi ilmiahnya, Sinshe Jeffri menekankan pentingnya menjembatani teori klasik dengan praktik klinis modern, agar Pengobatan Tradisional Tiongkok tetap relevan dengan kebutuhan pasien masa kini. Beliau menyoroti pendekatan Formula–Penyakit–Individual, sebuah metode diagnosis yang mengedepankan pemahaman pola tubuh dan karakteristik penyakit untuk menentukan terapi herbal yang tepat. Pendekatan ini mencerminkan filosofi TCM yang holistik dan berbasis observasi mendalam terhadap pasien.

 

Sinshe Jeffri (kanan) dengan kedua guru pembimbingnya Prof. Huang Huang(tengah) dan Prof. Tong Yao Hui(kiri)

Partisipasi ini menunjukkan peran aktif ICCM Batam dan praktisi Sinshe Batam dalam mengembangkan serta memperkenalkan pengobatan TCM Indonesia di tingkat internasional. Melalui kegiatan ilmiah seperti Asian Congress of Chinese Medicine, ICCM menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pengobatan yang ilmiah, aman, dan berakar pada nilai-nilai klasik — menjadikan Batam sebagai salah satu pusat penerapan Jing Fang modern yang diakui di Asia.