Oleh Sinshe Jeffri Tay Kai Wen, B.TCM., M.Med | Praktisi Penyakit Dalam TCM di ICCM BATAM
中文链接:https://mp.weixin.qq.com/s/nLzpVs6FO6BYulz-jmnndw
Pasien: Perempuan, 42 tahun, tinggi 160 cm, berat 49 kg
Pasien ini memiliki postur tinggi dan kurus. Ia pernah mengalami diare akibat konsumsi antibiotik berlebihan pada tahun 2022, yang saat itu membaik setelah diberikan Sheng Jiang Xie Xin Tang (生姜泻心汤).
Pada 22 November 2024, ia kembali berkonsultasi dengan ekspresi marah sambil berkata, “Semua gara-gara wine Prancis itu!”
Setelah ditanya lebih lanjut, ia menjelaskan dengan cepat, “Saya pikir wine itu menyehatkan dan bisa awet muda, tapi ternyata… dua minggu terakhir setiap malam saya minum sedikit, lalu muncul rasa panas dan terbakar di lambung.”
Pasien mengaku sangat menyukai makanan pedas, namun kali ini setelah makan sedikit saja sudah muncul rasa tidak nyaman di lambung disertai sensasi panas di dada. Setiap kali perut terasa kembung, nyeri menjalar hingga ke punggung bagian atas dan leher, disertai mual.
Diare sempat terjadi sehari sebelumnya. Ia juga mengeluh, “Sendawa saya berbau busuk seperti makanan busuk.” Ketika ditanya apakah perut sering berbunyi, ia menjawab, “Iya! Kadang malu kalau lagi kumpul, perut terus bunyi.”
Selain itu, pasien merasa cemas terhadap kebotakan di puncak kepala, yang katanya memengaruhi suasana hati dan membuatnya hampir depresi. Ia juga sering merasa takut tanpa alasan yang jelas.
“Bisa nggak dok, semua ini disembuhkan sekaligus?” tanyanya.
Pemeriksaan fisik:
Lapisan lidah tebal di pangkal, kelopak mata pucat, denyut nadi Xi(细), teraba massa keras di daerah epigastrium (xin xia pi).
Tekanan darah: 101/73 mmHg; denyut nadi: 77 bpm.
Diagnosis dan terapi:
Pasien kembali diberikan Sheng Jiang Xie Xin Tang (生姜泻心汤) dalam bentuk granula selama satu minggu, diminum dua kali sehari (3 gram setiap kali).
Keterangan dokter:
“Setelah minum obat ini, mungkin akan terjadi diare. Jangan panik — lanjutkan saja pengobatan.”
Kunjungan Lanjutan – 7 Desember 2024
Pasien datang dengan ekspresi bahagia dan berkata:
“Setelah minum obat, rasa panas dan nyeri di lambung sudah hilang. Masih sering sendawa, tapi tidak berbau lagi!”
Rasa takut juga hilang, hanya kadang merasa kembung setelah makan roti atau mi, dan sulit tidur jika terbangun tengah malam. Ia juga melaporkan pertumbuhan rambut halus baru di area botak.
Pemeriksaan: Lidah lembut dengan lapisan tebal, nadi Xi(细), perut lunak, tanpa massa keras di epigastrium.
Tekanan darah: 99/73 mmHg; denyut nadi: 76 bpm.
Terapi: Formula yang sama dilanjutkan.
Kunjungan Ketiga – 14 Januari 2025
Pasien tersenyum gembira:
“Rambut saya tumbuh lebih banyak, perut juga tidak sering kembung. Kalau bersendawa, kembungnya langsung hilang. Sekarang bisa tidur nyenyak sampai pagi.”
Buang air besar agak keras, dua hari sekali.
Pemeriksaan: Lidah merah dengan lapisan tipis putih, nadi Xi(细), abdomen lunak.
Terapi: Formula dilanjutkan selama dua minggu.
Diskusi
Sheng Jiang Xie Xin Tang (生姜泻心汤) merupakan modifikasi dari Ban Xia Xie Xin Tang (半夏泻心汤) — dengan pengurangan dosis Gan Jiang (干姜) dan penambahan Sheng Jiang (生姜) sebanyak 4 liang.
Perubahan kecil ini membawa perbedaan signifikan dalam karakter formula.
Menurut Asada Sōhaku (浅田宗伯), formula ini unik karena satu-satunya resep klasik yang menggunakan Gan Jiang dan Sheng Jiang bersamaan.
Buku Fu Zhen Qi Lan Yi (腹诊奇览翼) menjelaskan bahwa Gan Jiang bersifat menghangatkan dan melancarkan, namun tidak mampu mengatasi akumulasi cairan berlebih; sementara Sheng Jiang dapat membuka lambung dan menguapkan kelembapan berlebih.
Dalam literatur klasik seperti Shang Han Lun dan Jin Gui Yao Lue, formula yang digunakan untuk refluks atau gangguan lambung seperti Da Chai Hu Tang, Xuan Fu Dai Zhe Tang, dan Wai Tai Fu Ling Yin — semuanya menggunakan dosis besar Sheng Jiang untuk menurunkan Qi dan menenangkan lambung.
Yi Zong Jin Jian juga menekankan bahwa formula ini berfungsi untuk “menguraikan akumulasi air di epigastrium (pi)”.
Dalam kasus ini, adanya massa keras di bawah jantung (xin xia pi) serta gejala pencernaan yang menonjol menjadi dasar pemilihan kelompok formula Xie Xin Tang.
Pasien bertubuh kurus, bibir dan kelopak mata tidak merah, sehingga Ban Xia Xie Xin Tang tidak cocok.
Meski pasien tampak gelisah dan cepat bicara, ia tidak menunjukkan tanda “panas” internal seperti sariawan atau iritabilitas, sehingga Gan Cao Xie Xin Tang juga tidak digunakan.
Gejala utama berupa sendawa berbau busuk dan perut berbunyi nyaring (“lei ming”) menjadi indikasi khas Sheng Jiang Xie Xin Tang — sesuai deskripsi klasik “gan ai shi chou, fu zhong lei ming (干嗳食臭,腹中雷鸣)”.
Menariknya, setelah fungsi lambung dan usus membaik, alopecia pasien pun ikut membaik.
Penelitian modern menunjukkan formula ini efektif untuk diare akibat antibiotik atau kemoterapi, serta dispepsia fungsional.
Selain itu, studi terbaru menemukan bahwa Sheng Jiang Xie Xin Tang dapat memperbaiki gangguan koagulasi akibat gigitan ular bambu hijau, menormalkan kadar PLT, APTT, dan PT, serta menurunkan biaya rawat inap.
Mengenai reaksi mingxuan (瞑眩, reaksi pembersihan), banyak dokter klasik seperti Tomimoto Kyushin (汤本求真) dan Hu Xi Shu (胡希恕) mencatat bahwa formula ini kadang menimbulkan muntah atau diare ringan, yang merupakan proses normal tubuh dalam membuang “kelembapan berlebih”.
Karena itu, pasien selalu diberi tahu sebelumnya agar tidak panik bila mengalami reaksi demikian.
Kesimpulan
Kasus ini menunjukkan bahwa Sheng Jiang Xie Xin Tang (生姜泻心汤) tidak hanya efektif untuk gangguan pencernaan, tetapi juga berpotensi memperbaiki kondisi metabolik dan pertumbuhan rambut melalui perbaikan fungsi lambung dan penyerapan zat gizi.
Pendekatan berbasis Formula–Penyakit–Individu ala Prof. Huang Huang memberikan panduan klinis yang tepat sasaran — bukan hanya menyembuhkan gejala, tetapi menyeimbangkan tubuh secara menyeluruh.
⚠️ Catatan
Pengobatan TCM bersifat individual dan memerlukan waktu untuk menyesuaikan pola tubuh. Obat herbal tidak boleh dibeli atau digunakan sendiri tanpa konsultasi sinshe, serta bukan pengganti pengobatan medis modern.
- Lulusan Master of Medicine dari Nanjing University of Chinese Medicine.
- Murid langsung dari Prof. Huang Huang, praktisi ternama tingkat nasional di Tiongkok.
- Tim Ahli Huang Huang’s Jing Fang di Nanjing
- Anggota Perkumpulan Pengobatan Tradisional Interkontinental Indonesia
- Berhasil mempublikasikan Journal Medis TCM di China dan UK lebih dari 50 kasus medis.
- Tamu Pembicara di International JING FANG Conference.
- Tamu Pembicara di Koferensi atau workshop TCM International dan Nasional.
- Keahlian Klinis: Penerapan JING FANG menangani berbagai kasus penyakit dalam.
