Pemulihan Pasca Kanker dengan herbal di ICCM TCM Batam
oleh Sinshe Jeffri Tay Kai Wen, B.TCM., M.Med | Praktisi Penyakit Dalam TCM di ICCM BATAM
中文版本:https://mp.weixin.qq.com/s/XsKexAaZvBJAAcaYfBOs-Q
Pasien: Laki-laki, 55 tahun, tinggi badan 160 cm, berat badan 45 kg
Kunjungan pertama: 8 April 2025
Riwayat dan Keluhan Utama
Pasien datang dengan keluhan mudah lelah selama 8 bulan terakhir.
Riwayat penyakit:
Pada Agustus 2023 pasien menjalani operasi pemasangan stent jantung. Tahun 2024, karena anemia yang berlangsung lama, dilakukan pemeriksaan dan ditemukan kanker lambung. Pasien kemudian menjalani operasi pengangkatan sekitar 80% bagian lambung (gastectomy).
Riwayat sekarang:
Setelah 8 kali kemoterapi, berat badan turun sekitar 19 kg. Pasien merasa sangat lemah dan menggambarkan rasa lelahnya: “selalu ingin tidur, jam 8 malam sudah harus tidur.”
Pada malam hari kedua tungkai terasa dingin, pasien berkata: “kalau tidur harus pakai kaus kaki.” Nafsu makan masih ada, tetapi porsi kecil dan sering merasa kembung setelah makan. Buang air besar setiap hari, tetapi feses keras dan perlu mengejan.
Pemeriksaan fisik:
Tubuh tampak kurus, wajah kekuningan, nadi (mai xi hua 脉细滑), lidah dengan lapisan tebal di bagian akar (she gen tai hou 舌根苔厚), tenggorokan merah, daerah epigastrium (shang fu 上腹) terasa tegang dan keras saat ditekan, menyerupai bentuk mangkuk terbalik (fan wan zhuang 反碗状), dengan bunyi perkusi timpani yang jelas.
Tekanan darah: 122/79 mmHg; nadi: 65 bpm.
Formula:Fuling Yin (茯苓饮)
Kunjungan Kedua – 16 April 2025
Setelah minum obat selama beberapa hari, pasien melaporkan rasa lelah berkurang jauh dan berkata: “Sekarang jam 9–10 malam masih kuat.” Rasa dingin di kaki juga berkurang; tidak lagi memakai kaus kaki saat tidur. Nafsu makan meningkat, tidak lagi terasa kembung setelah makan.
Pemeriksaan:
Wajah masih kekuningan, nadi (mai xi hua 脉细滑), resistensi epigastrium berkurang, bunyi timpani masih ada. Tekanan darah 98/70 mmHg; nadi 62 bpm.
Terapi dilanjutkan dengan formula yang sama.
Kunjungan Ketiga – 9 Mei 2025
Pasien melaporkan tidak lagi mengalami kembung. Kondisi umum cukup baik. Namun, muncul rasa gatal pada kulit setelah mandi, tanpa ruam. Buang air besar 1–2 hari sekali, sedikit encer.
Pemeriksaan:
Lidah tampak lembut (she nen 舌嫩) dengan lapisan tebal di pangkal, nadi halus dan licin (mai xi hua 脉细滑), perut atas masih sedikit tegang, bunyi timpani masih terdengar. Tekanan darah: 104/64 mmHg; nadi: 58 bpm.
Terapi dilanjutkan secara bergantian (selang sehari).
Kunjungan Keempat – 16 Juli 2025
Setelah pengobatan selesai, kondisi umumnya baik sehingga terapi dihentikan sementara. Pemeriksaan ulang tanggal 5 Juli 2025 menunjukkan kadar CEA (cancer embryonic antigen) 3,4.
Namun, dalam seminggu terakhir pasien kembali merasa dingin di tangan dan kaki. Setelah makan banyak, perut terasa seperti ditekan atau “dililit”, disertai sering sendawa.
Pemeriksaan:
Wajah tampak lebih segar dibanding sebelumnya, nadi berubah menjadi tegang dan licin (mai xian hua 脉弦滑), lidah merah dengan lapisan tebal (she hong tai hou 舌红苔厚), daerah epigastrium kembali menegang dan timpani jelas.
Terapi disesuaikan untuk menormalkan naik-turunnya Qi lambung dan memperbaiki sirkulasi di dada dan epigastrium.
Diskusi
Formula yang digunakan dalam kasus ini mengacu pada Fu Ling Yin (茯苓饮), pertama kali tercatat dalam Wai Tai Mi Yao – Tan Yin Lun 《外台秘要·痰饮论》.
Resep ini secara klasik digunakan untuk mengatasi tan yin (痰饮) — yaitu dahak dan cairan tubuh yang tertahan di bagian dada atau lambung — dengan gejala utama berupa rasa penuh di dada, tidak nafsu makan, muntah air, atau kembung yang disertai suara air di lambung.
Menurut interpretasi klasik, Fu Ling Yin memiliki efek melancarkan Qi (xing qi 行气), menghilangkan dahak dan cairan tertahan (hua tan qu yin 化痰祛饮), mengurangi kembung (xiao man 消满), dan meningkatkan nafsu makan (ling neng shi 令能食).
Penelitian farmakologi modern juga menunjukkan efek memperbaiki metabolisme, melindungi mukosa lambung, serta memperbaiki fungsi pencernaan.
Dalam kasus ini, pasien tampak kurus, lelah, wajah kekuningan, dengan resistensi kuat di epigastrium menyerupai pola perut Da Chai Hu Tang (大柴胡汤). Namun karena konstitusi pasien lemah, pola tersebut tidak sesuai. Setelah analisis, dipilih formula yang menekankan pengaturan Qi dan pengeringan dahak-cairan.
Dalam catatan klasik disebutkan:
“Diminum hangat dalam tiga kali dosis, dengan jarak sekitar delapan hingga sembilan li.”
Penelitian menunjukkan bahwa 1 li pada masa kuno setara dengan ±415 meter, sehingga jeda 8–9 li kira-kira 1 jam bagi orang berjalan normal. Karena pasien telah menjalani pengangkatan sebagian besar lambung, untuk menghindari rasa penuh setelah minum, digunakan metode frekuensi sering dengan dosis kecil (shao liang pin fu 少量频服) — sesuai prinsip klasik dan kondisi individu pasien.
⚠️Disclaimer:
Konten ini hanya untuk tujuan edukasi dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti konsultasi medis profesional. Jangan membeli atau menggunakan obat herbal tanpa diagnosis dan bimbingan langsung dari sinshe atau tenaga medis yang berkompeten.
- Lulusan Master of Medicine dari Nanjing University of Chinese Medicine.
- Murid langsung dari Prof. Huang Huang, praktisi ternama tingkat nasional di Tiongkok.
- Tim Ahli Huang Huang’s Jing Fang di Nanjing
- Anggota Perkumpulan Pengobatan Tradisional Interkontinental Indonesia
- Berhasil mempublikasikan Journal Medis TCM di China dan UK lebih dari 50 kasus medis.
- Tamu Pembicara di International JING FANG Conference.
- Tamu Pembicara di Koferensi atau workshop TCM International dan Nasional.
- Keahlian Klinis: Penerapan JING FANG menangani berbagai kasus penyakit dalam.
