Membawa JING FANG untuk kesehatan masyarakat Indonesia

Hubungan Panjang Antara Indonesia dan Pengobatan Tradisional Tiongkok

Hubungan Indonesia dengan Pengobatan Tradisional Tiongkok (TCM) telah terjalin sejak lama. Sejak tahun 1962, Presiden pertama Indonesia, Soekarno, pernah menerima perawatan dari ahli TCM ternama Yue Meizhong. Presiden keempat, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), juga pernah mendapatkan pengobatan dari Dr. Tang Youzhi, pakar TCM dari Rumah Sakit Mata Akademi Ilmu Pengetahuan Medis Tiongkok.

Dari kalangan pemimpin negara hingga masyarakat umum, TCM telah diterima secara luas di seluruh Indonesia. Di masyarakat, sebutan “sinshe” digunakan untuk menyapa tabib Tiongkok, berasal dari kata “先生 (xiansheng)” dalam dialek Hokkian yang berarti “guru” atau “dokter”.

Seiring bertambahnya jumlah mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan TCM di Tiongkok, pengobatan Tiongkok kini diakui secara resmi oleh Kementerian Kesehatan Indonesia. Beberapa universitas di Indonesia, seperti Universitas Katolik Darma Cendika, telah membuka program studi diploma TCM. Klinik TCM dan toko obat Tiongkok kini mudah ditemukan di berbagai kota besar Indonesia.

Awal Perjalanan: Menyalakan Kobaran Api Jing Fang di Negeri Sendiri

Perjalanan Sinshe Jeffri Tay Kai Wen(郑凯文) dengan Jing Fang (formula klasik) berawal di Universitas Internasional INTI, Malaysia, tempat saya menempuh pendidikan sarjana kedokteran TCM. Sebagai keturunan Tionghoa Indonesia, saya beruntung bertemu dengan guru pertama saya, Prof. Tong Yao Hui, yang memperkenalkan saya pada pemikiran Prof. Huang Huang tentang Jing Fang.

Pada tahun 2021, saya melanjutkan studi pascasarjana di Universitas Kedokteran Tradisional Tiongkok Nanjing (NJUCM), dan berkesempatan menjadi murid langsung Prof. Huang Huang. Dua guru besar ini membentuk fondasi klinis dan intelektual saya dalam memahami keindahan dan kekuatan formula klasik Zhang Zhongjing.

Prof. Huang Huang, yang dikenal sebagai “pemicu kebangkitan Jing Fang internasional”, menanamkan semangat untuk menjadikan Jing Fang bermanfaat bagi masyarakat luas. Api semangat itu juga membakar tekad saya untuk membawa manfaat Jing Fang ke Indonesia — agar masyarakat Indonesia dapat merasakan khasiat dan kemudahan dari pengobatan klasik Tiongkok yang sistematis dan rasional.


Dikutip dari: 中国中医药报
klinik sinshe batam
Lokasi ICCM:Mitra raya 2 blok C no.18 Batam-Indonesia
Sinshe Jeffri Tay Kai Wen mengajarkan cara pengecekan abdominal kepada praktisi tcm di griya sehat harmonis

Mendirikan Klinik Indonesia Classical Chinese Medicine (ICCM) di Batam

Pada 16 Agustus 2024, saya mendirikan Indonesia Jing Fang medical office dan Indonesia Classical Chinese Medicine (ICCM) Clinic di Batam, Indonesia. Meski TCM sudah dikenal luas, pengobatan berbasis Jing Fang masih berada pada tahap awal perkembangan di Indonesia.

Tantangan pertama yang saya hadapi adalah bahasa. Saat diundang oleh Perkumpulan Sinshe Indonesia untuk mengajar, saya menemukan banyak praktisi kesulitan memahami istilah medis TCM dalam bahasa Mandarin. Dengan bantuan tunangan saya, Jane Faustina Halim(林晓芊), saya menerjemahkan seluruh materi kuliah ke dalam bahasa Indonesia, lalu menyampaikan setiap kelas dalam dua bahasa — Mandarin dan Indonesia — agar pengetahuan Jing Fang dapat disebarluaskan secara lebih efektif.

Klinik ICCM Batam kini menyediakan layanan terapi herbal berbasis Jing Fang serta akupunktur. Meskipun jam praktik terbatas, klinik ini telah menerima banyak ulasan positif dari masyarakat. Sebagian besar sinshe di Batam berfokus pada akupunktur dan pijat TCM, sehingga tidak banyak yang memberikan resep herbal. Akibatnya, banyak pasien sebelumnya harus bepergian jauh ke Singapura atau Malaysia untuk mendapatkan pengobatan.

Seorang pasien berkata kepada saya, “Sinshe, kehadiran Anda di Batam sangat membantu! Dulu saya harus naik kapal ke Malaysia hanya untuk berobat.” Seorang pasien pria dengan gangguan fungsi hati bersukacita setelah mengonsumsi Wu Ling San, “Lima bahan herbal ini luar biasa! Nilai hati saya membaik dan berat badan saya juga turun.” Seorang ibu dari anak kecil yang demam ringan berterima kasih karena Zhi Zi Chi Tang berhasil memulihkan kondisi anaknya dalam waktu singkat. Bahkan pasien dengan sirosis hati dan muntah darah membaik setelah menggunakan San Huang Xie Xin Tang.

Formula klasik ini sederhana dalam bahan, namun luar biasa dalam hasil. Seperti yang selalu diajarkan Prof. Huang Huang: “Dengarkan kisah pasien dengan hati.” Saya mengikuti nasihat beliau — tidak hanya memberi resep, tetapi juga mendengarkan dengan penuh empati setiap cerita pasien.

Situs resmi ICCM juga rutin mengumpulkan masukan dari pasien. Salah satu menulis,

“Pelayanan klinik sangat baik dan hangat. Dokter mendengarkan dengan sabar, staf juga ramah. Saya belum pernah merasa sehangat ini di tempat lain.”


Harapan: Dari Satu Titik Api Menjadi Cahaya yang Menyebar

Saya mendirikan ICCM dan Jing Fang Studio bukan hanya agar masyarakat Indonesia merasakan manfaat formula klasik, tetapi juga agar para sinshe lokal dapat belajar dan berkembang bersama. Klinik menyediakan program observasi dan pembelajaran langsung, agar praktisi dapat memahami pola diagnostik dan pemikiran Jing Fang secara klinis.

Salah satu peserta, Chen Xinyue, seorang akupunkturis di Batam, mengatakan, “Belajar Jing Fang sungguh luar biasa. Saya sangat bersyukur bisa belajar langsung dari Sinshe Jeffri.”

Bagi saya, Batam hanyalah titik awal. Saya berharap suatu saat “api kecil” Jing Fang ini dapat menyebar ke seluruh Indonesia, menyalakan semangat baru dalam dunia Pengobatan Tradisional Tiongkok di negeri ini — dari satu api kecil, menjadi cahaya yang menerangi banyak hati.

 

Dikutip dari: https://mp.weixin.qq.com/s/lIp31NVAcjsi3bHKQPaIdg

Di terjemahkan oleh JING FANG Medical Office-BATAM