Kasus Klinis: Pengobatan TCM untuk Lupus

Pendekatan Jing Fang pada Lupus Eritematosus Sistemik (SLE): Kasus Nyata di ICCM​

印尼中医:荆防柴苓汤治疗系统性红斑狼疮

Indonesia classical chinese medicine-jing-fang-medical-office

Abstract: 

Latar Belakang: Lupus Eritematosus Sistemik (SLE) merupakan penyakit autoimun kompleks yang dapat menyerang berbagai organ tubuh. Dalam pengobatan tradisional Tiongkok, SLE dipahami bukan hanya sebagai gangguan sistem imun, melainkan sebagai ketidakseimbangan antara panas, dingin, kelembapan, dan energi tubuh (qi). Pendekatan Jing Fang, yaitu sistem pengobatan klasik berbasis diagnosis pola tubuh, menawarkan perspektif yang lebih individual dan dinamis dalam penanganan penyakit ini.

Tujuan: Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan formula klasik Jing Fang dalam manajemen kasus SLE dengan manifestasi dermatitis wajah, serta menyoroti peran pendekatan pola tubuh dalam menyeimbangkan sistem internal pasien.

Metode: Studi ini merupakan laporan kasus klinis terhadap seorang pasien wanita berusia 43 tahun dengan diagnosis SLE yang menunjukkan gejala eritema wajah berbentuk kupu-kupu, sensasi panas, gangguan pencernaan, dan perubahan pola tidur. Terapi diberikan dengan Jing Fang Chai Ling Tang, kemudian dikombinasikan dengan Guizhi Fuling Wan sesuai dengan evolusi pola tubuh pasien.

Hasil: Setelah beberapa bulan terapi, pasien menunjukkan perbaikan signifikan pada eritema wajah, kualitas tidur, dan stabilitas kondisi umum tanpa kekambuhan berarti. Pendekatan Jing Fang menunjukkan kemampuan adaptif dalam menyesuaikan terapi berdasarkan perubahan pola klinis individu.

Kesimpulan: Pendekatan Jing Fang memberikan kontribusi penting dalam manajemen penyakit autoimun seperti SLE melalui prinsip pola tubuh dinamis dan terapi individual. Penggunaan formula klasik harus dilakukan di bawah pengawasan praktisi pengobatan Tiongkok yang berkompeten untuk memastikan keamanan dan efektivitas terapi.

Kata kunci: Jing Fang, Lupus Eritematosus Sistemik, pengobatan Tiongkok klasik, individualisasi terapi, kasus klinis

Pendahuluan

Lupus Eritematosus Sistemik (SLE) merupakan penyakit autoimun kronis yang ditandai oleh proses inflamasi multisistem dan gangguan regulasi imun yang kompleks. Dari sudut pandang pengobatan tradisional Tiongkok, SLE tidak hanya dilihat sebagai kelainan sistem kekebalan, melainkan sebagai manifestasi dari ketidakseimbangan internal . Dalam kerangka teori klasik, pengobatan tidak berpusat pada nama penyakit, tetapi pada “pola tubuh” (zheng) yang mencerminkan keadaan patofisiologis unik setiap individu. Pendekatan Jing Fang — yaitu penerapan formula klasik berdasarkan kesesuaian pola — memungkinkan terapi yang lebih presisi, dinamis, dan sesuai dengan perubahan kondisi klinis pasien. Melalui laporan kasus ini, diharapkan dapat ditunjukkan bagaimana prinsip Jing Fang diterapkan secara klinis pada pasien SLE, serta bagaimana pendekatan individual tersebut memberikan manfaat dalam menstabilkan kondisi autoimun dan memperbaiki kualitas hidup pasien.

Kasus Klinis oleh Jeffri Tay Kai wen: Penggunaan Jing Fang Chai Ling Tang pada Dermatitis Lokal akibat Lupus Eritematosus Sistemik (SLE)

Seorang wanita berusia 43 tahun, tinggi badan 149 cm, berat badan 52 kg, datang pada 29 Oktober 2024 dengan keluhan eritema pada wajah yang telah berlangsung lebih dari satu tahun. Lesi menunjukkan pola eritema berbentuk kupu-kupu, disertai rasa panas pada wajah setelah berkeringat, tanpa rasa gatal yang bermakna. Suaminya menuturkan bahwa keluhan serupa pernah muncul sebelumnya dan mereda setelah pengobatan, namun kali ini berlangsung lebih lama serta tidak membaik meskipun telah menjalani berbagai terapi.

Selama anamnesis, pasien tampak datar secara emosional dan menjawab singkat setiap pertanyaan. Saat ditanya mengenai buang air besar, pasien menjawab normal, hanya kadang disertai diare. Nafsu makan biasa, kadang disertai rasa penuh di lambung. Tidur normal, namun saat tidur merasa panas bila berselimut dan kedinginan bila tidak. Menjelang menstruasi, pasien sering mengalami rasa tegang pada payudara.

Pemeriksaan fisik: tubuh proporsional, lidah berwarna merah dengan fissura jelas tanpa lapisan, tonsil hipertrofi derajat I, nadi mengambang dan licin. Abdomen lunak, dengan resistensi di bawah iga, ditemukan varises ringan pada ekstremitas bawah. Tekanan darah 122/81 mmHg, denyut nadi 91 bpm.

Berdasarkan gejala subjektif seperti rasa panas saat berselimut dan kedinginan tanpa selimut, adanya resistensi di bawah iga, kurangnya ekspresi emosional, serta riwayat diare, pasien didiagnosis memiliki pola alternasi panas-dingin dengan distensi di hipokondrium dan kehilangan nafsu makan. Diberikan Jing Fang Chai Ling Tang dalam bentuk granul selama satu minggu, dua kali sehari, masing-masing 3 gram. Pasien juga dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan di departemen reumatologi.


Kunjungan 13 November 2024:
Tiga hari sebelumnya pasien telah dikonfirmasi menderita Systemic Lupus Erythematosus (SLE). Setelah pengobatan, eritema wajah mulai memudar dan sensasi panas setelah berkeringat berkurang. Pasien melaporkan rasa kering di sekitar bibir. Pemeriksaan menunjukkan nadi licin dan halus, faring hiperemis, lidah merah berfissura tanpa lapisan, dan temuan abdomen serupa dengan sebelumnya. Tekanan darah 113/77 mmHg, nadi 95 bpm. Terapi Jing Fang Chai Ling Tangdilanjutkan dengan dosis yang sama.


Kunjungan 26 November 2024:
Eritema wajah berkurang luasannya dan warnanya menjadi lebih pucat. Kekeringan di sekitar bibir membaik. Tekanan di daerah epigastrium menimbulkan palpitasi ringan. Pasien mengeluhkan gangguan tidur dan merasa tidak tenang. Ditemukan resistensi di bawah iga dan varises halus di tepi arkus kostarum. Pasien juga mengeluh mudah lupa. Terdapat nyeri tekan di abdomen bawah kiri, dan saat itu merupakan hari kedua menstruasi dengan nyeri punggung bawah yang berat. Berdasarkan temuan tersebut, terapi dikombinasikan dengan Guizhi Fuling Wan, diberikan secara bergantian: pagi hari Jing Fang Chai Ling Tang 3 gram, malam hari Guizhi Fuling Wan 3 gram.


Kunjungan 7 Januari 2025:
Eritema wajah semakin memudar. Pasien mengatakan, “Sebelumnya saya selalu memakai masker saat berobat, sekarang saya lebih percaya diri dan tidak perlu lagi.” Pemeriksaan menunjukkan nadi licin namun lemah, temuan abdomen sama seperti sebelumnya. Kedua formula diteruskan.


Kunjungan 23 September 2025:
Pasien melaporkan tidak ada kemerahan pada hidung, merasa mudah panas dan berkeringat, buang air besar normal. Formula sebelumnya dilanjutkan.

Kasus SLE (Lupus dengan kemerahan wajah)

⚠️ Catatan Penting

Tulisan ini bertujuan sebagai laporan klinis edukatif untuk menunjukkan penerapan pola diagnosis dan pemilihan formula klasik dalam konteks penyakit autoimun modern. Penggunaan formula herbal seperti Jing Fang Chai Ling Tang atau Guizhi Fuling Wan harus berdasarkan evaluasi menyeluruh oleh praktisi pengobatan Tiongkok yang berkompeten.

Mengingat kondisi seperti Lupus Eritematosus Sistemik (SLE) memiliki perjalanan penyakit yang kompleks dan dapat melibatkan berbagai organ, masyarakat tidak disarankan membeli atau mengonsumsi obat herbal tanpa pemeriksaan dan resep dari praktisi yang berwenang.

Penulis Koresponden: Jeffri Tay Kai Wen