Penanganan Pneumonia dengan pendekatan Formula Jing Fang(经方)
Oleh:Sinshe Jeffri Tay Kai Wen, B.TCM., M.Med | Praktisi Penyakit Dalam TCM di ICCM TCM BATAM
Abstrak
Seorang pasien laki-laki usia 34 tahun dengan diagnosa pneumonia mengalami batuk berat, dahak kental, penurunan berat badan signifikan, dan gangguan tidur. Pemeriksaan rontgen menunjukkan infiltrasi paru. Pasien menjalani terapi herbal TCM berbasis Jing Fang dengan pemilihan formula sesuai pola tubuh dan perubahan gejala. Dalam ±2 bulan, kondisi paru membaik, gejala berkurang drastis, dan berat badan meningkat dari 32 kg menjadi 46 kg.
1. Latar Belakang
Pneumonia dapat menyebabkan batuk, dahak berlebih, kelelahan, dan gangguan fungsi pernapasan. Dalam TCM klasik, pneumonia dipandang sebagai ketidakharmonisan sistem tubuh. Pendekatan Jing Fang menekankan identifikasi pola tubuh, pemeriksaan lidah, nadi, serta perut, dan pemilihan formula inti sesuai pola.
2. Gambaran Klinis Awal (30 Januari 2021)
Gejala utama: batuk sering, dahak putih kental, berat badan turun, nafsu makan buruk, tidur terganggu.
Pemeriksaan TCM: wajah pucat, succussion splash, tegang otot rektus abdominis, pulsasi umbilikus kuat, lidah merah dengan selaput putih–kuning, nadi tegang-tipis.
Analisis pola: Guizhi body type dengan gambaran “Huanglian disease”.
Formula: Huang Lian Tang. 黄连汤
3. Perkembangan Klinis
Pada kunjungan kedua (5 Februari 2021), kondisi pasien mulai menunjukkan respons positif: produksi dahak berkurang dan kualitas tidur membaik. Berdasarkan perubahan ini, formula yang digunakan disesuaikan menjadi Chai Po Tang (modifikasi).
Pada kunjungan ketiga (19 Februari 2021), perbaikan klinis tampak signifikan. Pasien dapat tidur normal, keluhan dahak berkurang jelas, dan berat badan meningkat menjadi 42 kg. Terapi kemudian dilanjutkan dengan Chai Pu Tanguntuk menstabilkan pemulihan.
Pada kunjungan keempat (11 Maret 2021), pasien mengalami BAB yang sedikit keras, menandakan adanya kecenderungan panas internal. Oleh karena itu, formula diubah menjadi kombinasi Chai Pu Tang dan Xie Xin Tang untuk menyeimbangkan panas dan mengharmonisasi sistem pencernaan.
Pada kunjungan kelima (17 April 2021), hasil rontgen paru (25 Maret) menunjukkan perbaikan yang sangat jelas dengan berkurangnya infiltrasi pada paru-paru. Berat badan pasien meningkat lebih jauh menjadi 46 kg. Terapi dilanjutkan dengan Chai Pu Tang dan Xie Xin Tang untuk mempertahankan tren pemulihan.
Pada kunjungan keenam (7 Mei 2021), hampir seluruh gejala utama hilang: batuk sudah tidak ada dan hanya sedikit dahak putih encer yang tersisa. Penanganan diteruskan menggunakan Chai Pu Tang sebagai formula pemeliharaan untuk menguatkan fungsi paru dan pencernaan.
4. Hasil Pemeriksaan Penunjang
Rontgen paru:
4 Januari 2021: infiltrasi luas
25 Maret 2021: infiltrasi berkurang nyata
Perbaikan sesuai peningkatan berat badan dan energi.
5. Analisis Profesional
Kasus pneumonia ini menunjukkan bagaimana pendekatan Jing Fang dalam TCM dapat memberikan perbaikan klinis yang jelas melalui identifikasi pola dan penggunaan formula yang konsisten sesuai perubahan gejala. Pada awalnya, kondisi pasien ditandai batuk berat, dahak banyak, penurunan berat badan, gangguan tidur, dan temuan abdominal seperti heartburn, ketegangan otot perut, serta pulse dan lidah yang menunjukkan ketidakharmonisan panas-dingin dan akumulasi lembap-dahak. Setelah terapi awal memberikan respons, pola utama pasien mengarah pada ketidakseimbangan Shaoyang dengan stagnasi Qi, dahak yang tidak turun, dan tanda-tanda panas internal, sehingga dipilih Chai Po Tang sebagai formula utama. Selama proses pengobatan, penyesuaian dilakukan mengikuti dinamika klinis seperti perubahan kualitas dahak, kondisi pencernaan, tidur, serta pemeriksaan fisik—namun kerangka terapinya tetap stabil pada kombinasi regulasi Shaoyang, transformasi dahak, dan harmonisasi sistem pencernaan. Hasilnya, pasien menunjukkan peningkatan nyata: pernapasan membaik, tidur pulih, energi meningkat, nafsu makan kembali, berat badan naik dari 32 kg menjadi 46 kg, dan pemeriksaan radiologis menunjukkan penurunan infiltrasi paru. Kasus ini menegaskan prinsip inti Jing Fang bahwa rumus dasar tetap, tetapi penyesuaian mengikuti perubahan tubuh pasien, serta menunjukkan bagaimana pendekatan TCM dapat mendukung pemulihan fisik secara bertahap namun stabil pada kondisi infeksi saluran napas yang kompleks.
6. Kesimpulan
Kasus pneumonia ini menunjukkan bahwa penanganan berbasis Jing Fang dapat memberikan perbaikan klinis yang jelas ketika pola tubuh pasien diidentifikasi dengan tepat dan terapi disesuaikan secara dinamis. Dengan Chai Po Tang sebagai formula inti dan modifikasi sesuai perkembangan gejala, kondisi pasien membaik secara bertahap: batuk dan dahak berkurang, tidur dan nafsu makan meningkat, berat badan naik, serta hasil radiologi menunjukkan berkurangnya infiltrasi paru. Temuan ini menegaskan bahwa pemahaman pola tubuh (fang zheng) dan penyesuaian herbal secara tepat merupakan kunci efektivitas terapi dalam TCM klasik.
Catatan Edukasi
Penggunaan herbal TCM tidak boleh dilakukan secara mandiri tanpa diagnosis yang tepat. Setiap formula klasik memiliki indikasi tubuh, pola gejala, dan kondisi spesifik yang harus dinilai oleh praktisi berkompeten. Konsumsi herbal tanpa pemeriksaan dapat menyebabkan kondisi tidak membaik, bahkan memperburuk gejala.
Untuk keamanan, efektivitas, dan pemantauan yang benar, pastikan terapi TCM dilakukan di bawah evaluasi tenaga kesehatan TCM yang terlatih.
- Lulusan Master of Medicine dari Nanjing University of Chinese Medicine.
- Murid langsung dari Prof. Huang Huang, praktisi ternama tingkat nasional di Tiongkok.
- Tim Ahli Huang Huang’s Jing Fang di Nanjing
- Anggota Perkumpulan Pengobatan Tradisional Interkontinental Indonesia
- Berhasil mempublikasikan Journal Medis TCM di China dan UK lebih dari 50 kasus medis.
- Tamu Pembicara di International JING FANG Conference.
- Tamu Pembicara di Koferensi atau workshop TCM International dan Nasional.
- Keahlian Klinis: Penerapan JING FANG menangani berbagai kasus penyakit dalam.
