Kasus Klinis TCM oleh Sinshe Jeffri Tay Kai Wen
Seorang pria berusia 35 tahun, dengan tinggi 165 cm dan berat badan 71 kg, datang ke klinik atas rekomendasi istrinya karena mengalami peradangan bibir (cheilitis) yang sudah berlangsung selama dua tahun. Keluhan muncul berulang meskipun telah menjalani berbagai bentuk pengobatan, baik dari dalam maupun luar.
Pasien memiliki postur tegap, suara lantang, rambut berdiri, dan alis tebal. Wajahnya tampak terdapat bekas jerawat lama (scar acne). Bibir tampak merah, kering, dan harus sering dioleskan pelembap karena terasa tidak nyaman. Dalam beberapa minggu terakhir, ia juga mengalami luka dan peradangan pada kulit kepala.
“Kalau mencuci rambut terasa nyeri di kulit kepala, apalagi waktu istri saya mencukur rambut, sering sampai berdarah,” katanya.
Selain keluhan kulit, pasien menyebutkan nafsu makan sangat baik dan buang air besar setiap hari lancar. Saat proses wawancara, ia sempat menambahkan dengan nada tegas:
“Dokter, mungkin gejala fisik saya tidak terlalu berat, tapi saya ini gampang marah. Saya paling tidak tahan kalau orang bicara terlalu lambat.”
Pemeriksaan Klinis
Pada pemeriksaan ditemukan tenggorokan dan kelopak mata kemerahan, lidah merah dengan tepi bergigi serta lapisan agak tebal dan licin. Nadi terasa licin cepat, dan terdapat nyeri tekan pada perut bagian kiri bawah.
Tekanan darah tercatat 110/89 mmHg dengan denyut nadi 102 kali per menit.
Menariknya, pasien tidak merasa dingin di tungkai bawah, tetapi setiap kali berolahraga atau saat demam justru merasakan rasa lemas dan nyeri pada kaki.
Berdasarkan pola gejala dan temuan pemeriksaan, kondisi pasien dinilai menunjukkan akumulasi panas dan stagnasi sirkulasi qi dan darah di bagian bawah tubuh.
Penatalaksanaan
Pasien diberikan Tao He Cheng Qi Tang( 桃核承气汤) dengan tambahan Chuan Niu Xi(川牛膝), dalam bentuk granul, diminum dua kali sehari.
Empat hari kemudian, pasien melaporkan buang air besar menjadi lebih lunak. Warna bibir mulai tampak normal meski masih sedikit kering, dan peradangan kulit kepala berkurang signifikan.
“Dulu waktu mencuci rambut selalu terasa perih, sekarang hampir tidak terasa,” ujarnya saat kunjungan kedua.
Perkembangan Lanjutan
Pemeriksaan lanjutan menunjukkan tekanan darah 106/77 mmHg, nadi 85 kali per menit, lidah mulai tampak lebih normal. Pasien kemudian diberikan Tao He Cheng Qi Tang dengan tambahan Dang Gui (当归)dan Zi Cao(紫草), dua kali sehari selama seminggu.
Pada kunjungan ketiga, kekeringan bibir hampir hilang, jerawat di kepala membaik dan hanya tersisa bekas luka ringan.
“Sekarang tinggal bekasnya saja,” katanya sambil tersenyum.
Pemeriksaan menunjukkan lidah berwarna lebih pucat dengan lapisan tipis putih dan nadi halus licin. Tekanan perut berkurang. Terapi dilanjutkan dengan formula yang sama.
Kunjungan Akhir
Hampir satu tahun kemudian, pada 3 Oktober 2025, pasien datang kembali karena kesulitan berkonsentrasi. Saat ditanya mengenai kondisi bibir, ia menjawab bahwa sejak pengobatan sebelumnya, cheilitis tidak pernah kambuh lagi.
Pemeriksaan menunjukkan lidah merah dengan lapisan tipis putih, otot perut sedikit tegang dengan bunyi timpani saat diketuk. Kali ini diberikan kombinasi Da Chai Hu Tang dan Tao He Cheng Qi Tang (大柴胡汤合桃核承汤)
Kesimpulan Klinis
Kasus ini menunjukkan bagaimana pendekatan Jing Fang klasik dapat memberikan hasil nyata pada cheilitis kronis dan peradangan kulit kepala yang berulang. Melalui pemilihan formula yang tepat berdasarkan pola gejala tubuh, pasien tidak hanya mengalami perbaikan kulit, tetapi juga peningkatan stabilitas emosi dan vitalitas tubuh.
Catatan Penting:
Penggunaan obat herbal TCM harus dilakukan berdasarkan pemeriksaan langsung oleh praktisi berlisensi (sinshe).
Hindari menggunakan formula herbal tanpa diagnosis profesional karena dapat menyebabkan ketidakseimbangan tubuh atau efek yang tidak diinginkan.
Penulis Koresponden:Jeffri Tay Kai Wen 郑凯文
Penerjemah:JING FANG Medical Office-BATAM
